1. Analisis Keuntungan Bersih Usahatani (NP atau Net Profit), yaitu :
NP = Total Penerimaan (TR) – Total Biaya (TC)
= (Q . Pq) – (TFC+TVC)
di mana :
Q : Total produksi
Pq : Harga per satuan produk
TFC : Total Biaya Tetap
TVC : Total Biaya Variabel
2. Titik impas pulang modal (BEP atau break event point). BEP merupakan titik impas,
yaitu kondisi usaha saat itu tidak mendapat keuntungan maupun kerugian:
BEP Volume Produksi = Total Biaya (TC) / Pq
BEP Harga Produksi = Total Biaya (TC) / Q
di mana :
Pq : Harga per satuan produk (Rp/kg)
Q : Total produksi (kg)
TC : Total Biaya (Rp)
3. Nilai efisiensi penggunaan modal (ROI atau return on investment).
ROI dihitung untuk mengetahui keuntungan dari modal yang telah digunakan, yaitu:
ROI = Keuntungan (NP) / Modal (TC ) x 100%
4. Nilai kelayakan usahatani (B/C ratio atau benefit/cost ratio). B/C ratio merupakan angka
perbandingan hasil penjualan dengan total biaya produksi, sekaligus menunjukkan tingkat efisiensi
pendapatan suatu usahatani. Semakin besar B/C ratio (>1) maka semakin menguntungkan
usahatani tersebut
B/C ratio = Total Penerimaan (TR)/Total Biaya (TC)
= (Q.Pq) / (TFC+TVC)
Mudah-mudahan dengan memakai analisa ratio ini usaha dapat di jalankan dan dikontrol baik.